Caleg Penunggu Pohon

Caleg penunggu PohonPantas klo para caleg ini diberi gelar baru “Caleg Penunggu Pohon”. Habis mereka tidak bisa mengatur tim suksesnya (baca: bawahanya) untuk lebih tertib memasang alat kampanye.

Di sepanjang jalan desa, berbagai alat peraga kampanye dipasang dipinggir jalan. Beberapa yang lain dipasang dengan “sengaja”  di batang pohon. Ada yang  diikat dengan tali/kawat namun ada juga yang dipaku. Seolah mereka tak sanggup membeli bambu untuk tiang pancang. Sayangnya hampir semua partai melakukan hal ini.

Padalah aturan KPU No 1 tahun 2013 yang dirubah dengan Peraturan KPU No 15 tahun 2013 tentang  Pedoman pelaksanaan kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD pasal 17 ayat 1a dengan tegas menyebutkan

 Pasal 17

(1) Kampanye Pemilu dalam bentuk pemasangan alat
peraga di tempat umum sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 13 huruf d, diatur sebagai berikut:

a. Alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada, tempat ibadah, rumah sakit, atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan.

20140324_133309“Taman dan Pepohonan” bukankah kata kata itu jelas menyebutkan bahwa tidak boleh memasanag alat peraga kampanye apapun di taman dan pepohonan. Dan apa yang terjadi? hampir semua poster dipasang di pohon dengan diikat atau dipaku.

Beberapa waktu lalu Komunitas warga yang tergabung dalam Warga Berdaya  Senin (24/3) mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY. Tujuannya, menyerahkan data temuan sekitar 350 alat peraga kampanye (APK) di taman dan pepohonan.

Mereka menyerukan untuk selamatkan pohon rindang dari pemasangan atribut kampanye.  Mereka beraksi dengan bersepeda keliling Yogyakarta, menyisir Jalan Ibu Ruswo, Jalan Lowanu, Jalan Mataram serta Jalan Margo Utomo.20140322_163808

Pendataan tersebut tersebar dalam lima tim antara lain, Tugu ke utara, selatan Kraton, perempatan Pingit ke barat, Tugu ke timur, dan kawasan Kraton Yogyakarta

Sekitar 350 APK milik partai politik peserta pemilu seperti Partai Nasdem (37 APK), PKB (2), PKS (32), PDIP (89), Partai Golkar (34), Partai Gerindra (49), Partai Demokrat (37), PAN (48), PPP (15), dan Partai Hanura (10). Sedangkan untuk PBB dan PKP tidak ditemukan APK di taman maupun pepohonan. Pelanggaran ini rata-rata berupa rountek dan bendera

Hasil pendataan dilaporkan kepada Bawaslu Kota Yogyakarta. Meski begitu gerakan ini tidak menginpirasi banyak orang bahkan partai politik untuk mengevaluasi tim nya. Artinya mereka masih saja membiarkan poster dan rountek di pohon-pohon. Jadilah mereka caleg penunggu pohon.

 

 

Satu pemikiran pada “Caleg Penunggu Pohon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s