Sisi Manusiawi Pernikahan Agung Kraton

Pernikahan agung Kraton Yogyakarta memang terkenal formal dan ketat. namun di tengah formalitas tersebut banyak kejadian unik yang memecah formalitas tersebut. Kejadian ini seolah menunjukkan sifat manusiawi, sebuah kebebasan. Kejadian ini dilakukan oleh pengantin maupun keluarga Kraton.

Berikut beberapa momen yang sempat diabadikan kamera. Saya ambil foto ini dari koleksi Kraton maupun media center.

KPH Notonegoro memberikan bungan kepada Sri Sultan. Sebenarnya bunga ini ditujukan kepada GKR Hayu yang dititipkan pada ngarso dalem. Momen ini terjadi saat Midodareni dimana calon pengantin putra tidak boleh ketemu calon pengantin putri.

KPH Notonegoro memberikan bungan kepada Sri Sultan. Sebenarnya bunga ini ditujukan kepada GKR Hayu yang dititipkan pada ngarso dalem. Momen ini terjadi saat Midodareni dimana calon pengantin putra tidak boleh ketemu calon pengantin putri.

Ekspresi bahagia GKR Hayu menerima bunga pemberian KPH Notonegoro di Keputren.

Ekspresi bahagia GKR Hayu menerima bunga pemberian KPH Notonegoro di Keputren.

Ratu pun tak beralas kaki. Masuk lingkungan Kraton pada perhelatan agung seperti ini hanya Sri Sultan saja yang menggunakan alas kaki, bahkan permaisuri raja pun berjalan tanpa alas kaki

Ratu pun tak beralas kaki. Masuk lingkungan Kraton pada perhelatan agung seperti ini hanya Sri Sultan saja yang menggunakan alas kaki, bahkan permaisuri raja pun berjalan tanpa alas kaki

 

Senyum GKR Hayu saat prosesi paes ageng

Senyum GKR Hayu saat prosesi paes ageng

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s