Wisata Kreatif: Susuri Bangunan Kuno Dengan Pit Onthel

pit ontel1JOGJA| Paguyuban Dimas Diajeng Kota Yogyakarta angkatan 2013 punya cara unik sob, buat mengenalkan wisata kota pada anak anak muda. Mereka membuat “Ngonthel Pinter  Nggolek Tambahing Elmu  Pit-Pitan Lan Muter-Muter”, alias menyusuri sudut-sudut kota menggunakan sepeda onthel. Wah, kreatif sekali ya sob dan mungkin bisa jadi alternative wisata kreatif kota. Oh, ya mereka tak sekedar bersenang senang lho, rute yang mereka pilih sengaja berhenti di banguna cagar budaya di kota Yogyakarta. Sebut saja benteng Vrederburg, kawasan pecinan Kampung Ketandan, gedung SMA N 11 dan taman sari sob….

pit ontelNgonthel pinter ini diikuti seluruh finalis Dimas Diajeng 2013 dan pelajar Jogja sob. Sob-sob yang ganteng-ganteng dan cantek-cantek ini mengayuh pit onthel tanpa rasa malu. Oh ya..mo tahu mengapa mereka berhenti di beberapa tempat tersebut diatas. Sebut saja gedung SMA 11 Yogyakarta yang terletak di Jalan AM Sangaji No.50 Yogyakarta. Bangunan ini ternyata dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1897. Awal pembangunannya gedung ini dimanfaatkan sebagai sekolah guru Belanda. Kemudian setelah masa kemerdekaan bangunan ini berpindah tangan ke Pemerintah Indonesia dan digunakan sebagai sekolah.

Klo kawasan Ketandan Yogyakarta merupakan kompleks pecinan di Kota Yogyakarta, sob. Kampung Ketandan kawasan Malioboro, tepatnya di sebelah utara pasar Beringharjo dulu sengaja ditempatkan etnis Tionghoa oleh Sultan Hamengku Buwono II dengan maksud agar mereka menggerakkan perekonomian di Yogyakarta. Akhirnya, sampai saat ini kampong tersebut masih berdiri sob.

Selain melihat kawasan Pecinan, para peserta Ngonthel Pinter juga melihat bangunan cagar budaya Pulo Cemeti yang terletak di belakang Pasar Ngasem Yogyakarta. Dulunya Pulo Cemeti itu merupakan tempat peristirahatan raja dan keluarganya ketika sedang bertamasya. Lokasinya tak jauh dari kraton Jogjakarta yaitu disebelah selatan.

Bangunan Pulo Cemeti terdiri dari 6 bagian. Di sayap barat merupakan ruang gamelan dan ruang belajar membatik di lantai atasnya. Sedangkan  sayap timur merupakan ruang perjamuan dan ruang berdzikir diatasnya. Sementara itu, di tengah bangunan merupakan ruangan pertunjukan tari dan ruang untuk melihat pemandangan diatasnya. Dahulu pada awal pembuatannya disekitar  Pulo Cemeti terdapat danau buatan yang sangat luas. Namun danau tersebut kini tinggal cerita karena sudah berganti menjadi pemukiman penduduk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s