Mobil-mobil Kreasi Anak Bangsa

Mobil Formula Bimasakti, doc ugm.ac.id

Berita tentang lolosnya Tim Bimasakti UGM dalam fase Document Screening (3/8) untuk berlaga di The 10th Student Formula SAE Competition of Japan 2012 tanggal 3 – 7 September 2012 di Jepang menonjok semua orang yang masih punya rasa. Bagaimana tidak, lolosnya tim ini setidaknya membuktikan banyak hal, salah satunya masih adanya sdm potensial di negeri ini yang peduli dengan “atas nama bangsa”.

Tim Bimasakti terdiri dari 18 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing. Mereka akan bertanding dengan 76 Tim dari berbagai negara, diantaranya Jepang, China, Thailand, India, Mesir dan Indonesia. Bimasakati akan turun menggunakan mobil formula 600 cc bernomor 67. Nomor 67 diambil karena sesuai dengan hari ulang tahun RI tahun ini. Mobil Formula Bimasakti berkompetisi dalam dua kategori, yakni Yakni dynamic event yang meliputi kemampuan acceleration, skidpad, autrocross, endurance dan fuel economy.  Sedangkan di kategori static event, akan mengujikan design event, cost event dan overall presentation.

mobil semar UGM. doc.ugm.ac.id

Mobil Formula Bimasakti ini bukan satu satunya mobil kreasi mahasiswa UGM, sebelumnya ada Mobil Semar yang berhasil meraih penghargaan prestisius The Best Technical Innovation Award pada kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) 2011 yang diadakan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 8-9 Juli 2011 lalu. Mobil Semar diciptakan untuk kategori mobil hemat energi. Menurut dosen pembimbing Tim Semar,  Dr. Jayan Sentanuhady, mobil ini lolos persyaratan teknik dengan race lap terakhir mencapai 71 km/lt. Dengan ini Semar menduduki rangking tiga untuk kelas urban dengan bahan bakar bensin.

Mobil Semar memiliki prototype mesin berupa gasoline 115 cc dengan bahan frame aluminum Alloys dan bodi dari fiberglass. Panjangnya 2,8m, tinggi 0,65m, dan lebar 1m. Sementara SEMAR urban merupakan kendaraan dengan konsep city car yang hemat energy dan rendah emisi gas buang. Engine menggunakan mesin berkapasitas 125 cc 4 langkah dengan bahan bakar bensin oktan-95, panjangnya 2,3m, tinggi 1,3m dan lebar 1,3m.

Miskin Dukungan, just Formalitas

Mobil mobil berprestasi lain tentu saja masih banyak, sebut saja mobil listrik brilian dan mobil esemka. Saat bangsa ini menjadi pasar mobil dunia, kita hanya mampu menjadi manusia konsumtif. Saat segelintir orang yang bahkan hanya demi tujuan hobi ternyata mampu membuat sesuatu yang sebenarnya bermanfaat besar, dukungan tersebut tak pernah kunjung datang. Sampai kapanpun bangsa ini tetap menjadi bangsa konsumtif produk negara lain dan tak pernah memajukan masyarakatnya. Dukungan memang ada, pemberian beasiswa, free visa, dan administrasi yang mudah bagi siapapun yang berprestasi namun spirit yang mendasari dukungan tersebut sekedar formalitas.

Tahun ini lahir Mobil formula Bimasakti, sebelumnya mobil semar, sebelumnya lagi mobil esemka, namun apa perkembangannya? Orang yang mencipta mobil-mobil ini dibiarkan mengais jalan menuju kesuksesannya sendiri. Ketika media massa menjadi jembatan untuk menyuarakan daya kreatifitas mereka secara keras, para pemimpin merespon dengan berfoto bersama mengimejkan “seolah olah” mendukung. Dibelakangnya, kita tak pernah tahu. Para pengusaha menganggap inovasi ini sebagai musuh yang suatu saat menggeser mereka sementara pemerintah terlalu sibuk dan tak peduli dengan proyek-proyek yang tak menguntungkan mereka.

Para kreator ini bisa saja menjamur namun mereka tetap menjadi jamur yang dapat terinjak oleh siapa saja. Klo kita cermati mental para kreator ini sebenranya menarik. Mereka sangat khas, unik. Sebagai seorang swasta, mereka “dipaksa” mencipta bermodal apa adanya atau bahkan tanpa modal. Saat hanya ide menjadi wilayah bebas mereka liar berfikir. Modal dapat dicari kemudian.

Mental ini berbeda dengan pemerintah. Pemerintah dan perangkatnya sudah mempunyai modal lebih dahulu yaitu anggaran negara, sementara ide dibuat seketemunya demi menurunkan anggaran tersebut. Hasilnya, sebuah proyek yang klo tak fisik ya proyek pemberdayaan yang kesannya permukaan saja.

Klo pemerintah ini serius pada potensi potensi muda ini harusnya ada dukungan konkret pada mobil esemka, semar, dan bimasakti. Pendampingan oleh tenaga ahli dan sokongan finansial sangat diperlukan, terutama pembebasan berbagai urusan administrasi. Proyek ini dilakukan jangka panjang hingga menjadi industri mandiri.

Saya yakin klo ide ini sekedar menjadi ide liar yang bebas dikepala saya.

Kita tunggu mobil esemka, semar dan bimasakti 5 tahun kedepan. Masihkan bergaung!!!

Satu pemikiran pada “Mobil-mobil Kreasi Anak Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s