Susuri Relief Unik Candi Sojiwan1

candi Sojiwan dari Utara

Akupa masih bersemangat menyusuri  waktu meski wajahnya mulai letih. Kali ini waktu berhenti di sekitar abad VII-X masehi. Sebuah bangunan megah peninggalan Buddha dengan keunikan relief di sisi candi . Berbagai relief ini berukir binatang meski beberapa bagian diganjal batu pengganti.Si kecil Akupa berlari menuju sisi utara, sibuk mencari apakah dirinya juga terukis di dinding candi.

 Akupa adalah titisan wisnu ketiga dalam bentuk kura kura.Akupa hidup dalam kisah samudra mantana. Gue pun sejenak mengembalikan waktu, kembali mengingat masa kecil, asal usul gue. Sementara mata menatap relief binatang memacu ingatan, menggali  cerita masa  kecil, nasehat,dan  mitos. “Ah…ternyata beberapa cerita masih bisa gue ingat”.

Candi Sojiwan berada di desa Kebondalem kidul, kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah. Candi yang polos namun dipenuhi relief binatang, relief yang unik dan tak ditemui di candi lain. Relief bergambar binatang ini tak lain merupakan cerita nilai nilai moral Buddha. Mmmm…Sang Buddha memang komunikator yang cerdas. Dalam menyampaikan ajarannya, Sang Buddha menggunakan pengkisahan binatang dan alam.

Gue lacak sejarah Candi Sojiwan ini. Jangan sampai pas ditanya anak gue malah kagak tahu asal usulnya. Candi Sojiwan merupakan bangunan peninggalan massa abad 8 – 10 masehi. Tepatnya pada masa raja ke sembilan kerajaan Medang atau Mataram kuno, tiga generasi kepemimpinan setelah Rakai Pikatan- Pramodawardhani.

SilsilahRaja Kerajaan Medang/ Mataram Kuno
  1. Sanjaya, pendiri Kerajaan Medang
  2. Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Syailendra
  3. Rakai Panunggalan alias Dharanindra
  4. Rakai Warak alias Samaragrawira
  5. Rakai Garung alias Samaratungga
  6. Rakai Pikatan suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya
  7. Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala
  8. Rakai Watuhumalang
  9. Rakai Watukura Dyah Balitung
  10. Mpu Daksa
  11. Rakai Layang Dyah Tulodong
  12. Rakai Sumba Dyah Wawa
  13. Mpu Sindok, awal periode Jawa Timur
  14. Sri Lokapala suami Sri Isanatunggawijaya
  15. Makuthawangsawardhana
  16. Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang berakhir

Menurut kisahnya candi Sojiwan berupakan monumen yang dibangun sebagai bentuk penghormatan Rakai Watukura Dyah Balitung untuk neneknya Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang beragama Buddha.

Bernama lengkap Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmodya Mahasambu, Dyah Balitung berhasil menyelesaikan perpecahan di kerajaan yaitu dengan menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus yang mencoba memberontak karena merasa berhak memegang kepemimpinan Kerajaan Medang selepas kepemimpinan Rakai Kayuwangi. Alasan lain yang memungkinkan Dyah Balitung naik tahta juga karena dirinya menikahi putri Raja Rakai Watuhumalang -raja sebelumnya.

Prasasti Mantyasih di tahun 907 menceritakan bahwa Dyah Balitung memberikan anugrah kepada lima patih yang berjasa menjaga keamanan saat pernikahannya. Di tahun yang sama Dyah Balitung juga memberikan hadiah desa Rukam kepad a neneknya Rakryan Sanjiwan untuk merawat bangunan suci di Limwung.

Kemungkinan besar bangunan suci ini adalah Candi Sojiwan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti Rukam tertanda 829 saka atau 907 masehi. Prasasti ini ditemukan pada 1975 di desa Petarongan, kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua 23 baris. Aksara dan bahasa menggunakan Jawa Kuna. Berikut terjemahannya:

Selamat! tahun Saka telah berjalan 829 tahun, bulan Karttika, tanggal 10 paro terang, pada hari Mawulu (paringkelan), Pahing (pasaran), hari Senin (menurut perhitungan 7 hari), bintang Satabhisa, (di bawah naungan): dewa Baruna, yoga: Wrddhi. Pada waktu itu perintah Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung Sri Dharmmodaya Mahasambhu

Lokasi Candi Sojiwan

stupa di sampaing candi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s