Arjuna Sang Pemanah Menangkan Live Coding War

Rivaludin Salitsi dan  M. Latif berhasil menyisihkan puluhan peserta dalam Live Coding War Jogja Game Expo di Ghra Sabha Pramana belum lama ini(30/4). Udin   -panggilan akrab Rivaludin- membuat mini game berjudul Arjuna Sang Pemanah dengan bentuk dan aplikasi menarik untuk handphone nokia C 3.

Presentasi ini dilaksanakan dengan memaparkan konsep mini game dan memainkan aplikasi permainan dihadapan lima juri pakar TI.

Jogja game expo merupakan event ke 11 yang dibuat Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Jogja IT section.

“Ini bentuk kejenuhan program yang selama ini hanya berfokus pada seminar dan workshop,” jelas Ketua panitia Adian Sayogya.

Kesepuluh finalis live coding war ini menyisihkan sekitar 60 peserta coding war. Mereka berasal dari beberapa perguruan tinggi ternama di bandung, bekasi, Surabaya dan Yogyakarta,” tambah Adian

“Kami ikut karena perlombaan ini karena kami suka main game sekaligus mempraktekkan ilmu yang kami miliki,” jelas Wisnu peserta yang juga  mahasiswa IT telkom

Setiap peserta terdiri dari dua orang. Mereka membuat aplikasi mini game yang harus dimainkan dalam handphone nokia C 3 dengan semenarik dan seringan mungkin. Tak sembarang mini game, game ini harus memiliki muatan lokal yang relevan dengan budaya Indonesia.

Sebut saja mini game batlle of congklak, too much satay, run piggy run, arjuna sang pemanah dan masih banyak lagi. Ikon ikon budaya seperti satay, arjuna, gatotkaca, bahkan suku suku di Indonesia menjadi ikon khas kompetisi ini.

Mahasiswa UGM Rivaludin dan Latif contohnya mengambil cerita mahabarata dengan tokoh pandawa  arjuna sebagai ikonya. Ya…mini game ini berjudul arjuna sang apemanah, singkatnya user harus memenangkan Arjuna dalam sayembara panahan di lembah batara.

“Memang aplikasi ini masih butuh penyempurnaan dan rencananya kami akan membuat dalam edisi premium yang bebas diakses semua orang dan edisi yang lebih eksklusif lagi.” Sela Rivaludin

Meski aktivitas ngegame ini menjadi pelepas lelah dan kejenuhan namun dalam membuat aplikasi secara akademik perlu dipelajari. Bahkan banyak peserta yang melakukan improfisasi pengembangan teori teori pemrograman untuk mendapatkan game yang menarik.

Tertarik? Pasti!! Siapapun akan kagum dengan kemampuan mahasiswa ini. Belum lagi bila perusahaan telepon membeli aplikasi anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s