Biopestisida Ekstrak Daun Pepaya dan Sirih Merah

Ekstrak daun pepaya dan sirih merah berhasil diolah menjadi biopestisida oleh mahasiswa MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Biopestisida ini efektif mengendalikan ulat dan hama penghisap. Senyawa alkaloid dan tannon yang ada di dalam daun papaya (Carica papaya) dan sirih merah (Piper crocatum) mempunyai sifat larvasida dan Insektisida.

Sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan biologi FMIPA UNY itu Moriz Eka Panjalu, Nurul Suwartiningsih, Pramuria Isti Soekarno, Bagus Sri Widodo dan Aditya Darmadi. Mereka sengaja  meneliti dan membuat pestisida alami (biopestisida) berbahan dasar herbal yang ramah lingkungan.

 

Menurut Moriz Eka Panjalu daun sirih merah memiliki kandunganpara peneliti

  1. Senyawa kimia flavanoid
  2. Alkaloid
  3. Senyawa polevenolad
  4. Tannin
  5. Minyak atsiri.

Sedangkan ekstrak daun pepaya terdapat kandungan

  1. Senyawa  kimia  vitamin A 18250 SI
  2. Vitamin B1 0,15 mg
  3. Vitamin C 140 mg
  4. Kalori 79 kal
  5. Protein 8,0 gram
  6. Lemak 2 gram
  7. Hidrat arang 11,9 gram
  8. Kalsium 353 mg
  9. Fosfor 63 mg
  10. Besi 0,8 mg
  11. Air 75,4 gram
  12. Papayotin, kautsyuk, karpain dan karposit.

sirih merah“Alkaloid pada sirih merah merupakan bahan metabolit sekunder yang paling banyak diproduksi di tanaman sekaligus mengandung nitogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari sirih merah sebagai obat dan hingga saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat modern” tambah Moriz.

Sedangkan Nurul Suwartiningsih menjelaskan bahwa pestisida nabati bersifat ramah lingkungan kerena bahan ini mudah terdegradasi di alam sehingga aman bagi manusia maupun lingkungan bahkan bahan yang digunakan pun tidak sulit untuk dijumpai “Pestisida nabati merupakan produk alam dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, batang yang mempunyai kelompok metabolit sekunder atau senyaea bioaktif. Beberapa tanaman telah diketahui mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membunuh, manarik, atau menolak serangga” ungkap Nurul.

Menurut  Pramuria Isti Soekarno,  cara membuatnya sederhana. “Pertama kali siapkan

  1. 5 lembar daun papaya
  2. 10 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih,
  3. lalu dipotong-potong hingga kecil-kecil dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
  4. Setelah itu tuangkan ekstrak tersebut ke dalam baskom, disaring serta tambahkan alkohol dengan kadar 70% ke dalam ekstrak dengan perbandingan 2:3 maka biopestisida siap digunakan.

Aditya Darmadi menambahkan dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Untuk mengikat tingkat keefektifan dosis yang digunakan, dapat dilakukan dengan eksperimen. Jika satu saat dosis yang digunakan tidak mempunyai pengaruh, dapat ditingkatkan hingga terlihat hasilnya. Karena penggunaan pestisida alami relatif aman dalam dosis tinggi sekali pun, maka sebanyak apapun yang diberikan tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.

5 pemikiran pada “Biopestisida Ekstrak Daun Pepaya dan Sirih Merah

  1. maf kalo menggunakan daun sirih biasa apakh bisa, n utuk kandungan daun sirih sendiri apa saja, sy pernah dengar daun sirih mempunyai kandungan zat antiseptik???
    kami tunggu balasanya

  2. up… apakah sudah dlakukan penelitian tenang ekstrak daun sirih merah ni, seberepa efektif sirih merah dilakukan ke serangga uji, ya kalau bisa ada data2 (biar ilmiah nangkapnya) Tq sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s