Batik Tulis Motif Gentong Dan Daun Pepaya

motif daun pepayaImogiri-Bantul. Motif batik tulis baru lahir di lereng pegunungan selatan, di kaki makam raja raja imogiri, Yogyakarta. Motif ini berbentuk motif alam imogiri. Menilih sejarahnya batik motif tersebut berkembang sejak pertengahan tahun 2009, bersamaan dengan terbentuknya kelompok batik tulis Wahyu Tumurun di dusun Kedung Buweng, desa Wukirsari, kecamatan Imogiri, Bantul Yogyakarta. Sekitar 35 orang jumlah anggotanya, mereka terdiri dari pembatik,  pewarna, dan penjahit.

“Warga Kedung Buweng sudah membatik sejak puluhan tahun lalu. Tradisi ini diturunkan dari simbah simbah di sekitar makam raja raja. Namun saat itu sekedar memburuhkan, menerima kain dan malam untuk kemudian diberikan kepada toko di kota,” jelas Endang warga dusun sekilgus penjahit batik.

Nenek moyang warga dusun sebagian besar bekerja sebagai buruh batik, yang hanya menorehkan malam dan menyetorkan ke pengusaha di kota.

Kontes ketua kelompok batik tulis Wahyu Tumurun menambahkan, “Awalnya kelompok ini dibentuk tengah tahun lalu –red 2009- oleh sebuah LSM. Kami para ibu diajarkan untuk menggarap batik mulai dari membuat motif, mencanting, mewarnai dengan pewarna alam hingga menjahitnya menjadi kain atau baju. Warna alam kami pilih karena warna ini tidak mencemari lingkungan”.

Dengan terbentuknya kelompok batik, sistem kerja para perajin ini berubah. dengan keahlian masing masing, mereka mengembangkan motif baru yang khas kedung buweng.

Batik kedung buweng imogiri memiliki kekhasan pada jenisnya, dan termasuk pada jenis batik tulis halus. Batik ini dikerjakan selama sebulan dengan canting tangan. dikatakan halus karena motif nya yang detail seperti cecek, titik dan garis dan dicanting di kedua sisi kain. Motif alam Imogiri diwujudkan dalam vegetasi yang terdapat disekitar rumah seperti bunga kantil, bunga senandung alit, daun lumbu atau lompong, daun asem jawa, dan daun pepaya.  tak berhenti disini, makam raja raja Imogiri juga memberikan inspirasi motif baru seperti batik tulis motif gentong atau enceh ini.

Kontes menambahkan bahwa motif lain seperti ukiran kayu dan gapura imogiri sedang menjadi perhatian kami untuk mewarnai motif batik Imogiri.

Batik tulis kedung buweng juga diwarna dengan warna alam. konsep ini berjalan seiring dengan pengembangan motifnya. Bahan bahan seperti secang dengan warna merahnya, kulit kayu mahoni untuk warna coklat kekuningan, tegeran untuk warna kuning, kulit buah jolawe untuk kuning kehijauan, jabal untuk campuran warna sogan, tunjung , tawan dan indigo untuk warga biru. semua bahan alam ini di proses dengan direbus.

Pemberdayaan perempuan

Perubahan sistem kerja  kelompok batik ini tak hanya mengangkat kaum perempuan dusun namun juga ekonomi masing masing perajin. Setiap anggota menginvestasikan kemampuannya untuk menguatkan industri rumah tangga ini hingga saatnya nanti, keuntungan paska penjualan akan dikembalikan dalam bentuk SHU.

Harga batik tulis warna alam kelompok batik tulis wahyu tumurun juga tak terlalu mahal. Harga ditentukan oleh jenis kain, pewarnaan dan kehalusan motif.

Batik tulis katun dapat diperoleh dengan harga 200 ribu hingga 400 ribu.

Batik tulis santung berharga 150 ribu hingga 250 ribu. batik tulis  prima berharga 200 ribu hingga 300 ribu. dan batik tulis kombinasi cap sutra sekitar 350 ribu.

Batik tulis motif vegetasi imogiri, inovasi menarik dunia batik nusantara.

Semoga menjadi inspirasi anda dalam berbusana, saksiskan terus galeri mode ragam informasi terkini, wujudkan penampilan anda lebih prima dan cintai produk indonesia.

8 pemikiran pada “Batik Tulis Motif Gentong Dan Daun Pepaya

  1. Salam Batik !

    Warna Merahnya pada gambar diatas benar pakai Secang ya ?
    Koq bisa bagus nyampai berapa kali proses ya ?
    Apa boleh saya ngangsu kaweruh Ilmunya Pak ?
    Jadi penasaran juga untuk bisa Sukses dalam Pewarnaan alam buat Batik Karya kami.

    Salam,
    Eko BS./08562664389

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s