Ketelaku Sayang, Slondokku Malang!

membuat alen alen/ slondok ketela

membuat alen alen/ slondok ketela

Banjarsari, KULON PROGO – Puluhan mahasiswa melaju dengan sepeda motor buntutnya menyerbu jajaran bukit menoreh, tepatnya menuju desa Banjarsari Kalibawang Kulon Progo Yogyakarta. Bukan untuk ‘berwisata’, para mahasiswa ini menyusuri perbukitan kapur bagian barat yogya ini, keluar masuk hutan jati nan gersang dan kering hingga sampailah di pematang ladang. Hamparan ketela pohon hidup di tanah tandus. Meski dibelah aliran sungai namun tak membuat bukit kapur ini hijau dan subur.

Sesekali menyapa warga saat berpapasan, sumbar senyum ala warga kampong memberi kesejukan dari panasnya perjalanan. Tak terasa sampai juga di rumah pak Rahmad pengrajin slondok –makanan khas kulon progo berbahan ketela pohon yang dikenal juga dengan sebutan alen alen..

Siapa tak kenal slondok. Di sepanjang jalan Yogyakarta, di toko oleh oleh bahkan di warung sayur jajanan ringan ini terpajang tiap hari. Harganya murah, rasanya juga sederhana bahkan sering digunakan sebagai pengganti kerupuk saat makan.

Industri slondok di Kulon Progo mati tak mau hidup segan alias serba nanggung.  Oleh warga industri ini terbatas pada usaha rumah tangga, tanpa karyawan tambahan dan hanya diproduksi oleh anggota keluarga saja. Pemasarannya pun terbatas pada toko dan warung tertentu. Diluhat harganya slondok relative terjangkau. Dalam kemasan plastic berat satu ons dijual sekitar 3000 rupiah. Murahkan!!!

Gelisah Dengan Slondok

Para mahasiswa ini membaca keluhan warga, dipayungi program KKN UGM beberapa pos didirikan untuk mengangkat potensi desa Banjarsari. KKn berfokus pada pengembangan ketela pohon. Jadilah ‘slondok aneka rasa’, kripik ketela, kue, dan peyem. Kemasan berlogo yang dari bahasa periklanan tidak terlalu menarik didesain dengan menarik. Dipilihlah nama ALECA alias Alen Alen Casava. Logo gajah dibuat lebih menarik dengan symbol GAJAH MAS. Bentuknya juga dibuat lebih kecil dengan taburan bubuh rasa sehingga meningkatkan harga jualnya. Komposisi, gizi dan ijin kesehatan dicantumkan untuk penguatan imaje.

Inovasi lain juga muncul dengan bahan baku ketela ini. Sebut saja balok ketela, ketela goring kering dipotong berbentuk balok. Roti kering berbahan ketela, keripik renyah balado hingga peuyem. Mmmm….jadi banyak ya!! Semua itu dikenalkan lewat workshop di tingkat ibu rumah tangga.

14 pemikiran pada “Ketelaku Sayang, Slondokku Malang!

  1. paling suka singkong balado… coba dikembangkan, sapa tahu muncul produk singkong legendaris yang bisa menyaingi pamor singkong balado Christin Hakim …

  2. pingin banget kecipratan ilmunya mengolah singkong jd berbagai cemilan kayak di magelang atau yogya. Di Bdg jg ada daerah penghasil singkong, tp makanan olahannya kurang enak dan kurang kreatif,hanya kecimpring dan opak saja, tdk laris dijual… kemana bisa kubertanya…?

    • sharing tentang penjualan produk snack yuuk… aku produsen b erbagai camilan ringan pemasaran seluruh indonesia, ini no. telp. ku 0341 9180804

  3. Saya sangat meyukai makanan dari alam Indonesia, terutama yg berbahan ketela, jagung & kentang. untuk ketela, saya suka camilan ketela pohon yang berbentuk dadu, berwarna kuning & krispi. Saya hanya bisa menikmatinya kalau membeli. sebenarnya saya pingin sekali dapat membuatnya sendiri. Ruang ini sangat banyak membantu, saya mohon bantuan agar saya dapat tips untuk membuat ketela dadu krispi tersebut. Makasih……..

  4. salam kenal… kebetulan saya suka sekali dengan makanan dari ketelaaa…. dan saya pengin mengembngkan makanan khas dari ketela di daerah saya…. suatu kebenaran di tempat saya juga tinggi untuk menghasilakan ketela… tapi bingung mau diapakan ketla nya.. paling dibuat kolak saja sama gethuk……. daerah saya di bumayu kab Brebes Jawa tengah…. mohon sharingnya yyyyyaaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s