UN:United Ngayogyakarta

logo UNnited Ngayogyogarto dalam ingatanTiba-tiba saja mobil berwarna kebiruan berlogo UN parkir di loby kantor. Kaget bukan kepalang awalnya. “Ada bule gegar otak kali ya…sampai nyasar di kantor ini ?”, pikir saya. Lebih kaget lagi yang membuka pintu mobil ternyata bukan bule atau noni cantik tapi mas-mas tambun berkulit gelap membawa sesuatu. Ugh..

Rasa penasaran pun masih mengganggu hati pikiran hingga mata ini menyelidik logo di pintu mobil. Mmm… UN diapit batang padi atau gandum dan lingkaran target di bagian tengahnya. Lho…. kok? Logo kraton Yogyakarta masuk di dalamnya. Busyet….ternyata di bawahnya tertulis United Ngayogyakarta. Wah… UN plesetan nih…tueng…grobyak….(ternyata saya yang gegar otak)

UN plesetan adalah representasi dari kegilaan (baca: kreatif) orang orang Jogja dalam membaca jaman. Banyak hal yang menjadikan Yogyakarta Istimewa. Tak hanya suasana ayem tentrem namun juga kota yang dihidupi oleh orang orang yang inspiratif. Merekalah yang menjadikan Yogyakarta sebagai kota penuh inspirasi.

Ketika United Nation menjadi tempat ngumpulnya negara-negara untuk rembugan bareng perihal kedamaian dunia. Nah, United Ngayogyakarta yang tak lain Daerah Istimewa Yogyakarta itu sendiri juga menjadi sasaran tempat ngumpulnya berbagai warga kota. Mereka berasal dari berbagai suku dan wilayah. Ada yang berkulit coklat, hitam, putih, kuning, merah hingga yang belang belang (lebay….) hidup, ngumpul bareng di wilayah yang luasnya tak lebih dari 3.185,80 Km².

semua orang punya kepentingan

Berbagai kepentingan “menyeret” setiap orang tumplek bleg di kota ini, mulai dari dikirim sekolah karena diangap banyak sekolah dan universitas di Yogyakarta berkualitas, ada yang bekerja, sekedar wisata, kangen ma lesehan, gudeg dan angkringan hingga hidup pasrah menetap di kota gudeg tercinta ini.

Ngobrol sana sini dengan kawan-kawan dari luar Jogja, awalnya mereka datang hanya untuk memenuhi kewajiban utamanya seperti sekolah, kuliah atau bekerja. Namun seiiring dengan berjalannya waktu, mereka krasan dengan suasana bersahabat, lezatnya angkringan, dan segarnya udara kampong Jogja. Dan yang paling ditunggu mereka menemukan tambatan hati, dan berkomitmen hidup di Yogyakarta (seperti saya he he he…).

Ayodya City

Hebatnya, meski dihuni oleh lebih dari tiga juta kepala dari berbagai warga dan suku, tak lantas merubah Yogyakarta lebih metropolis. Mal tetap ada, distro juga banyak, tapi kaki lima, lesehan, pedagang malioboro, pasar Beringharjo juga tetap jadi jujugan. Ndesonya Jogja dan gaulnya Jogja berbaur menjadi suasana yang khas. Bermode ala distro namun tetap sopan saat didepan orang tua. “Nyuwun sewu, monggo!!” (gimana ndak sopan wong tiap gang ditulis “Ngebut Benjut!!”..dari pada BENJUT mending sopan…ha..ha)

Bercanda!!

saling berbagi

Atmosfer lingkungan ramah orang Jogja meluluhkan setiap orang yang tinggal di Yogyakarta. Apalagi dengan konsep keharmonisan orang Jawa yaitu menjaga paseduluran dengan bersilaturahmi langsung meski masing masing orang fasih menggunakan BB dan internet. Ini berlaku untuk semua jenis spesies orang. Akhirnya wajar bila beberapa waktu lalu slogan City of tolerance disandangkan kepada kota ini untuk membangun kebanggaan warganya dari waktu ke waktu.

Ah…Anda perlu tahu asal usul nama Yogyakarta yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat. Nama tersebut merupakan nama kraton yang menjadi pusat kebudayaan masyarakat Yogyakarta. Perlu Anda ketahui bahwa Ngayogyakarta diambil dari nama Ayodya, nama Negara dalam cerita pewayangan yang dipimpin oleh raja yang bijak Rama Wijaya. (begitu kata ki Juru Bangunjiwo, sahabat sekaligus konsultan kejawen saya…puih!!!)

Namun Ki Juru juga memberikan tambahan bahwa beberapa orang juga membaca bahwa Ngayogyakarta itu berarti “Nga” yang berarti mengajak “Yogya” yang bererti Ayodya. Jadi mengajak semua orang untuk menjadi negeri Rama yang harmonis, nyaman untuk semua orang.

Inspiring City

Terlepas dari segala asal usul nama dan sejarah Yogyakarta terbentuk. Ketika saya lahir di jaman tujuh sampai delapan puluhan, kondisi Yogyakarta memang sudah nyaman begini. Rasa paseduluran dan sesrawungan menjadi kunci untuk cepat beradaptasi. Setelah menginjak kedewasaan berfikir, saya menyadari bahwa kota ini penuh inspirasi. Inspirasi yang terpendam dari orang orangnya. Seakan mikir gila (baca: kreatif) ini diturunkan secara biologis dari generasi ke generasi. Ada saja orang yang mikirnya “gila” disudut kota manapun. Gila pada seni, gila nyleneh, gila di dunia akademik, gila pada music, hingga gila pada ide menetapkan gubernur tanpa batas waktu (gila…..!!!)

Masih ingat sosok mbah Marijan, meski dia akhirnya takluk pada alam namun mbah Marijan menginspirasi banyak pihak sebagai sosok yang konsisten menjaga alam dan budaya. Pemikirannya sangat…sangat gila…bahkan sempat mengacaukan tata cara, standar operasional prosedur hasil ilmu modern.

Belum lagi mbah Lejar Subroto, pencipta wayang kancil. Tertatih-tatih namun konsisten memainkan cerita kancil, mbah Lejar tak saja membuat anak-anak Jogja tersenyum namun juga anak-anak benua Eropa terpana dengan permainannya. (mbah lejar beberapa waktu lalu tour main wayang kancil di Belanda dan Eropa)

Itu yang sepuh-sepuh. Untuk yang muda-muda lihat aja konsistensi Jogja Hip Hop Foundation, dengan musik berbahasa Jawa. Dengan kostum batik menggebrak Yogyakarta dengan lagu Jogja Istimewa nya. Hip Hop Foundation juga sukses tour di Negara Negara barat.

Di wilayah akademik berbagai karya inovasi dihasilkan kawan-kawan mahasiswa, anak-anak SMA. Bedanya dengan mahasiswa metropolitan, ketika kecenderungan kuliah dan belajar itu untuk cepet lulus dan bekerja, mahasiswa Jogja masih sempat sempatnya mikirin sesuatu buat masyarakat. Keilmuan akademis di Yogyakarta seakan memiliki kedalaman dan kepraktisan untuk diterapkan.

Jajaran bukit panel surya, Besar Bukan?

Anda tahu dimana pompa air tenaga surya terbesar di Indonesia terbangun? Dan siapa penggagas? Jawabannya mudah dan tak jauh dari mata anda. Pompa air tenaga surya terbesar dibangun di Dusun Gabuk, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Proyek itu digagas oleh kawan kawan mahasiswa UGM yang tergabung dalam Water Plant Community lewat konsep KKN PPM UGM.

Ide gila para mahasiswa ini awalnya nampak tak logis yaitu pengen mengangkat air gua yang dalamnya lebih dari 100 meter di bawah permukaan tanah. Gila!!! Tapi akhirnya berhasil. Kawan kawan mahasiswa berjuang, ngoceh sana-sini menawarkan proposalnya hingga akhirnya mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk pemerintah.

10 Solar Tracker,  240 panel surya berkapasitas 50 watt/panel dan,10 pompa submersible tumplek bleg di dusun Gabuk, Gunung Kidul. Air berkedalaman lebih dari 200 meter pun terangkat. Ribuan warga tersenyum, pertanian menghijau, kualitas hidup warga meningkat. Semua karena ide gila dan perjuangan.

Jogja dan Saya

Yogyakarta membuat saya selalu bodoh. Bayangkan saja setiap hari hape saya berbunyi dan kawan saya mengirimkan sms yang isinya segala aktifitas seni, budaya, pendidikan apapun yang akan dan dilaksanakan di Yogyakarta. Bayangkan setiap hari bisa lebih dari lima sms. Semuanya aktivitas gila…..

Gimana membuat saya ndak bodo. Wong, mikir buat tayangan tv atau tulisan kreatif saja butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan bulan untuk merealisasikan. Lha ini…musuhnya orang orang Jogja. Jelas KO!

ini baru saya, Jurnalis Jawa!

Dalam perjalanan pekerjaan saya, tidak sulit menemukan orang orang dan aktifitas gila. Semuanya bersliweran di jalan raya. Datang aja anda di titik Nol Km, dijamin ada orang iseng pengen eksis di depan anda, termasuk penggagas UN plesetan. Namun situasi ini juga menantang saya untuk tidak menjadi orang kebanyakan yang sudah terlanjur gila (baca:kreatif) karena saya sudah menjadi mereka. Saya harus lebih dari kebanyakan. Dan anda juga harus menjadi lebih dari kebanyakan.

Ayo Nga Yogyakarta!

Be United Ngayogyakarta!!

About these ads

6 pemikiran pada “UN:United Ngayogyakarta

  1. Saat mencicipi sajian jajan pasar Bringharjo, hatiku tersapa tulusnya keramahan. Senyumnya dihiasi susur daun sirih, berkonde, berkebaya, di usia senja semangatnya menamparku.

    jogja never ending in my heart……!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s