Oleh: pascalis | September 25, 2009

Sampah Elektronik, Penyuplai Listrik

28082009(007)

Nologaten, SLEMAN. Jengkel listrik kos kosan sering mati Wahyu Arief Budiman mahasiswa S2 teknik elektronika UGM merintis pembuatan power inverter. Hebatnya, power inverter ini dibuat dari barang elektronik bekas. Walhasil, penyuplai listrik mini yang diberi nama Box Energy Power atau Bogi Power ini berhasil menggondol dana Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan Dikti Depdiknas tahun 2009 ini.

Mengajak ketiga temannya dari Universitas Negeri Yogayakarta yaitu Dwi Hermayantiningsih, Brilian Prasetyo, dan Junet Kistanto, dana sebesar enam juta rupiah ini segera direalisasikan.

Prinsip kerja

Bogi power bekerja laiknya genset mini. Bogi power bekerja sebagai transformator yaitu mengubah tegangan baatrei menjadi tegangan 220 V. sebagai genset mini, bogi power juga menggunakan Baterei sebagai media penyimpan listrik. Baterei yang digunakan bervariasi ada baterei basah maupun kering. Konsisten memanfaatkan sampak elektronik, Arief menggunakan casing bekas komputer sebagai tempat merangkai bogi power. Dari penampilannya, bogi power terlihat simple dan menarik. Beratnya pun relarif ringan dan mudah dibawa kemanapun.

Kekuatan Bogi Power

Bogi power yang diciptakan Arief dan teman temannya berkapasitas sekitar 5 jam pemakaian dengan alat sebesar 100 w. nah diperlukan waktu sekitar 10 jam untuk mengisi kembali. Bogi power menjadi solusi terbaru bagi rumah tangga yang sering bermasalah dengan listrik bahkan tim ini juga membaca pengembangan pasar dengan pemakaian untuk pedagang kaki lima dan penjual angkringan. Bogi power, sumber energi tanpa bahan baker, bebas polusi, tidak berisik, bebas perawatan dan ramah lingkungan.[pasc]

Oleh: pascalis | Agustus 25, 2009

Ketelaku Sayang, Slondokku Malang!

membuat alen alen/ slondok ketela

membuat alen alen/ slondok ketela

Banjarsari, KULON PROGO – Puluhan mahasiswa melaju dengan sepeda motor buntutnya menyerbu jajaran bukit menoreh, tepatnya menuju desa Banjarsari Kalibawang Kulon Progo Yogyakarta. Bukan untuk ‘berwisata’, para mahasiswa ini menyusuri perbukitan kapur bagian barat yogya ini, keluar masuk hutan jati nan gersang dan kering hingga sampailah di pematang ladang. Hamparan ketela pohon hidup di tanah tandus. Meski dibelah aliran sungai namun tak membuat bukit kapur ini hijau dan subur.

Sesekali menyapa warga saat berpapasan, sumbar senyum ala warga kampong memberi kesejukan dari panasnya perjalanan. Tak terasa sampai juga di rumah pak Rahmad pengrajin slondok –makanan khas kulon progo berbahan ketela pohon yang dikenal juga dengan sebutan alen alen..

Siapa tak kenal slondok. Di sepanjang jalan Yogyakarta, di toko oleh oleh bahkan di warung sayur jajanan ringan ini terpajang tiap hari. Harganya murah, rasanya juga sederhana bahkan sering digunakan sebagai pengganti kerupuk saat makan.

Industri slondok di Kulon Progo mati tak mau hidup segan alias serba nanggung.  Oleh warga industri ini terbatas pada usaha rumah tangga, tanpa karyawan tambahan dan hanya diproduksi oleh anggota keluarga saja. Pemasarannya pun terbatas pada toko dan warung tertentu. Diluhat harganya slondok relative terjangkau. Dalam kemasan plastic berat satu ons dijual sekitar 3000 rupiah. Murahkan!!!

Gelisah Dengan Slondok

Para mahasiswa ini membaca keluhan warga, dipayungi program KKN UGM beberapa pos didirikan untuk mengangkat potensi desa Banjarsari. KKn berfokus pada pengembangan ketela pohon. Jadilah ‘slondok aneka rasa’, kripik ketela, kue, dan peyem. Kemasan berlogo yang dari bahasa periklanan tidak terlalu menarik didesain dengan menarik. Dipilihlah nama ALECA alias Alen Alen Casava. Logo gajah dibuat lebih menarik dengan symbol GAJAH MAS. Bentuknya juga dibuat lebih kecil dengan taburan bubuh rasa sehingga meningkatkan harga jualnya. Komposisi, gizi dan ijin kesehatan dicantumkan untuk penguatan imaje.

Inovasi lain juga muncul dengan bahan baku ketela ini. Sebut saja balok ketela, ketela goring kering dipotong berbentuk balok. Roti kering berbahan ketela, keripik renyah balado hingga peuyem. Mmmm….jadi banyak ya!! Semua itu dikenalkan lewat workshop di tingkat ibu rumah tangga.

Oleh: pascalis | Agustus 25, 2009

Berambisi dengan ‘Teh Bunga Sepatu’

bunga sepatuTerban, JOGJA- Memenuhi rasa ingin tahu sekaligus menjawab beberapa pertanyaan pembaca seputar cara membuat teh bunga sepatu ini maka saya tuliskan tata cara pembuatan secara sederhana. Tulisan ini didasarkan laporan penelitian Dila Maghrifani, Fitri Astiwahyuni, Meritha Vridawati siswa SMU N 6 Yogyakarta dengan judul “SHU TEA – SHU JAM“ PRODUCT OF SHU AMAZING BEHIND BEAUTIFULL HIBISCUS ROSA-SINENSIS, Pemanfaatan Mahkota Bunga Sepatu Menjadi Sumber Makanan dan Minuman Baru Yaitu Teh dan Selai Bunga Sepatu.

Mahkota bunga sepatu diolah menjadi teh bunga sepatu dengan metode kukus dan metode oven. Metode kukus bertujuan menghilangkan getah, menguapkan air, dan mematikan bakteri yang terdapat dalam bunga sepatu. Melalui metode kukus, akan menghasilkan mahkota bunga sepatu menjadi merah keunguan. Setelah melalui metode kukus, kemudian metode oven. Metode oven bertujuan mengeringkan mahkota bunga sepatu dengan tetap mempertahankan berbagai kandungan nutrisi dan kandungan di dalam mahkota bunga sepatu, namun tidak sampai mengubah warna mahkota bunga sepatu. Kondisi inilah yang menyebabkan air seduhan mahkota bunga sepatu terlihat berwarna gelap keunguan. Metode kukus dan metode oven disajikan dalam gambar berikut.

Cara pembuatan Teh Bunga Sepatu:

  1. Pisahkan bagian-bagian bunga sepatu dan ambil mahkotanya, kemudian bersihkan dengan air.
  2. Kukus mahkota bunga sepatu ± 15 menit.
  3. Tiriskan kemudian keringkan dalam oven 200o C selama ± 15 menit.
  4. Blender mahkota bunga yang sudah kering hingga halus.
  5. Masukkan 2 sendok teh serbuk mahkota ke dalam saringan teh dan kemas dengan rapi.

Cara Pembuatan Selai Bunga Sepatu:

  1. Blender 250 g mahkota bunga sepatu dengan air dan 1 sendok makan tepung maizena hingga halus, angkat dan tuang dalam panci, tambahkan 150 g gula dan air.
  2. Masak adonan hingga mendidih, masukkan jeruk nipis, ¼ seh sendok teh pasta vanili dan ¼ sendeok teh garam.
  3. Masak hingga tekstur mengental
Oleh: pascalis | Agustus 22, 2009

Menggembleng Diri Hidup di Kampung

menyusuri desa

menyusuri desa

Krebet, BANTUL - Sekitar 60 mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Sanata Darma Yogyakarta meninggalkan kampus mereka untuk tinggal bersama masyarakat desa. Apa yang mereka lakukan? Mereka menjalankan misi komunitas untuk menggembleng diri secara psikologis berbaur dengan masyarakat desa. Lokasi yang dituju adalah desa Krebet, kec Pajangan, kab. Bantul Yogyakarta.

Tinggal bersama masyarakat tidur satu atap selama tiga hari, membuat mahasiswa ini harus mampu merasa eksistensi diri dan bagaimana kehidupan desa. Tak hanya itu para mahasiswa psikologi ini juga mendapat tugas untuk menjalankan tugas menguatkan basis kepribadian warga dan anak anak desa. Tak heran bila program seperti out bond dan permainan edukatif dipilih sebagai media pembelajaran.

Musik kaleng rombeng

Satu hal yang menarik dari berbagai metode pembelajaran ini yaitu pembelajaran musik kaleng rombeng sebagai alat untuk mengenal diri. Musik kaleng rombeng merupakan kelompok alat musik dari barang bekas yang mengeluarkan berbagai bunyi saat dipukul. Ada kaleng, botol, panci, gallon dsb. Berbagai barang bekas ini mengeluarkan bunyi yang khas dan saat diatur dapat menghasilkan harmoni tertentu. Begitu pula dengan pribadi, dalam pandangan psikologi setiap orang punya karakter. Dan karakter ini harus diketahui supaya dasar diri, mawas diri dan berkembang potensi diri.

Musik kaleng rombeng dipilih karena media ini tepat. Saat yang tepat berbagai karakter ini dibaca, diatur dan dipahami. Hasilnya alunan lagu yang asyik, dan menghibur.

Terisnpirasi?

begitu harapan kami dengan membaca tulisan ini.

A Simple thinking,  to be creative think!!!

Oleh: pascalis | Agustus 19, 2009

Profesor Mengajar di Sekolah

Sidobali, JOGJA - Profesor mengajar mahasiswa di kampus wajar saja dalam pendidikan kita, namun bila seorang profesor mengajar siswa di sekolah dasar dan menengah itu baru kejutan!! Bukan Yogyakarta bila tidak berinovasi dalam membangun pendidikan salah satunya ‘menarik’ puluhan professor masuk ke sekolah dalam program Profesor Goes To School.

Program profesor mengajar di sekolah merupakan gagasan gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Propinsi DIY. Keluaran program ini agar siswa lebih mudah menemukan pengetahuan baru dari proses belajar mengajarnya berbekal experiential learning menuju discovery learning sehingga siap berkreasi memasuki tahap invention learning.  Proses ini juga menjadi pembelajaran guru dalam menekunibahan aja siswa.

Dalam sambutannya saat meluncurkan program ini di SMA N 8 Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan,”Seorang professor perlu mencermati materi dan metode pengajarannya agar tidak terkesan ceramah. Sekaligus kontinyuitas program ini agar transfer pengetahuan terus berlanjut dari generasi ke generasi.”

Program ‘Profesor Mengajar di Sekolah’ berisi kegiatan belajar mengajar pengetahuan umum, maupun pengajaran yang menggantikan peran guru pada mata pelajaran tertentu di SD-SMP-SMA oleh professor. Bagi sekolah yang tertarik untuk mengikuti program ini maka mengajukan permohonan ke :

Dewan Pendidikan DIY

Pringgitan Wetan, Pendapa Wiyatapraja,

Kompleks Kepatihan Danurejan 515789 Yogyakarta

telp: 0274-7460 235, 562 811 psw 1231

fax 0274-374 919, 562 632

email: dewandik-jk@yahoo.com

IMG_1545aPapringan, JOGJA – Desideria  Cempaka W. M., gadis manis asal Papringan Catur Tunggal Yogyakarta berhasil menjadi wakil Indonesia di Forum Pemuda Eco-Minds (The Eco-Minds Asia Pasific Youth Forum) di Selandia Baru 25-30 Mei 2009 ini. Hebat karena Desi berhasil menggeser ratusan proposal dengan tulisan Independent Energy Community to Counter Bio Fuel Dilemma, sebuah konsep kemandirian energi untuk masyarakat akar rumput.

Eco-Minds Asia Pasific Youth Forum

Eco-Minds merupakan program csr dari BAYER kerja sama dengan United Nation for Environment Programme (UNEP). Program ini menantang pemuda untuk memikirkan manfaat ilmu dan teknologi secara kreatif dan praktis secara interdisipliner untuk menjawab pembangunan berkelanjutan. Tak semata ramah lingkungan, pembangunan berkelanjutan yang dikonsepkan forum ini harus mempertimbangkan factor ekonomi sosial budaya dalam tahapannya.

Bayer Indonesia sendiri mengirim tiga pemuda, mereka adalah Danang Ambar praboyo dari IPB bogor, Pradygdha Kumayan Jati dari ITB bandung dan Desideria Cempaka sebagai satu satunya wakil perempuan dari Indonesia.

Awalnya

Menjadi wakil Indonesia di ajang Eco-Mind 2009 tak pernah terbayangkan bagi Desi. Dirinya mengatakan bahwa kesempatan ini telah dia tunggu sejak tahun lalu. “Setahun lalu saya telah tertarik dengan program ini namun syarat pengalaman berkegiatan belum dapat saya penuhi”. Untuk memenuhi persyaratan yaitu pengalaman di organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, Desi memperbanyak jam terbangnya di beberapa lembaga.

Proposal independent energy community to counter bio fuel dilemma berisi persoalan sistem energi yang dapat diperbarui dan menawarkan solusi dengan mengembangkan potensi daerah atau komunitas yaitu dengan memanfaatkan bahan alami. Komunitas yang mandiri secara energi dibentuk dengan mengandalkan pemberdayaan masyarakat kecil dan menggerakkan kebijakan dan kreatifitas local mereka untuk pengembangan energi terbaru. Pada akhirnya pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan sekaligus pembeli bahan bahan yang dihasilkan masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kembali berprestasi di Selandia Baru

Sesampainya di selandia baru, peserta dikenalkan berbagai macam tempat –hasil pembangunan ramah lingkungan di Selandia Baru-, peserta juga dikelompokkan secara acak dengan berbagai disiplin ilmu dan Negara. Tujuannya mendorong pertukaran ide dan kerjasama yang sehat diantara peserta.

Nah…desi bergabung dengan empat peserta lain dan menelurkan sebuah judul sustainable energy systems, sebuah strategi berbasis pembaharuan teknologi berkelanjutan untuk menekan produksi karbon. Hasilnya, sempurna! Tim ini mendapat juara pertama untuk konsepnya. 

Oleh: pascalis | Juni 23, 2009

Kontes Robot Nasional, Heboh!!

KRI KCI2

Emang heboh!!! Tak pernah terbayangkan bila suasana kontes robot nasional di Grha Sabha Pramana UGM seheboh KRI-KRCI-KRSI nasional 2009 di Grha Sabha Pramana UGM. Melebihi pertandingan basket NBA, kontes robot ini diikuti oleh 91 peserta dari 48 perguruan tinggi nasioal.

Brisiknya minta ampun, ramenya nggak tanggung-tanggung. Tribun grha sabha berkapasitas lebih dari 500 orang tak satupun kelihatan kursinya alias diduduki para sporter tim. Gilanya lagi semua sporter ‘gila’ ini seakan gak punya telinga karena masing masing memukul drum dan menyanyikan yel yel mereka. Terpikir sekilas kalau bunyi berdenyit…mesin robot dan..bib…tanda aktif jadi gak penting kali. Padahal kontes robot Indonesia ini merupakan kontes robot manual yang mengangkat robot otomatis agar bisa memukul kendang di bagian finis.

Ha ha ha…bukan basket bukan sepakbola..semua pertandingan emang layak didukung oleh penggemar. Semuanya menmgambil kesempatan untuk berteriak….yark…..!!! memukul drum….dang dang dang….!!!

Lega rasanya bisa berteriak dan mencurahkan kepenatan hidup dalam pertandingan ini. Any way…kontes robot nasional ini diselenggarakan tiap tahun oleh dirjen dikti. Kontes ini merupakan kontes robot terbaik antarregional yang sebelumnya telah bertanding. Regional I di pekanbaru, regional II di Universitas Indonesia, regional III di UGM yogyakarta, dan regional IV di ITS Surabaya. Juara 1, 2, dan 3 ditingkat regional ini akan menjadi peserta kontes robot di tingkat nasional, ya…di kontes robot kali ini.

KRI

Kontes Robot Indonesia -KRI mengambil tema Travelling Together for the Victory Dums dalam bahasa Indonesia ‘bersama kita meraih kemenangan’. Robot nya terdiri dari 3 buah, 2 otomatis 1 manual. Kedua robot otomatis bertugas menandu robot manual dan menempatkannya di satu tempat. Setelah siap maka robot manual tersebut menuju pusat finish dengan memukul kendang didepannya.

KRCI

Robot cerdas berbentuk robot pemadam api. Robot ini memang cerdas karena panadai membaca dinding dengan sensornya. Seperti labirin dan rumah tikus, robot cerdas bergerak kedepan dengan berbagai halangan hingga menemui sebuah ruang yang terpasang lilin. Begitu membaca nyala api maka sensor mapan ini akan menggerakkan kipas dan meniupnya hingga mati…cercas kan? Pemenang KRCI akan mewakili Indonesia di ajang kontes robot di Amerika.

KRSI

Ini yang terbaru…kontes robot seni Indonesia. Robot seni ini sengaja dikompetisikan dengan memasukkan unsure seni nusantara… kali ini aturannya adalah robot bergoyang jaipong. Ya..buat aja robot yang bisa bergoyang dibagian tengahnya. Mo seperti inul…dewi persik..atau trio macan terserah aja yang penting bergoyang. Agar berkesan seperti penari jaipong maka semua peserta mendandani robot tersebut dengan boneka penari.

Oleh: pascalis | Juni 3, 2009

Mouse Rights & Daur Ulang Jebakan ‘SADIS’

foto: krish.blogdetik.com/files/2008/08/mice_5638.jpg

foto: krish.blogdetik.com/files/2008/08/mice_5638.jpg

Selamat untuk semua tikus di dunia!!! Ha ha ha…pasalnya tak akan lagi ada tikus rumah yang mati terkencet ‘mecotot’ mengeluarkan usus dan darah karena mati terjebak di jebakan KECI yang satu ini. Jebakan ini telah didaur ulang menjadi mainan mobil mobilan.

mainan mobil perangkap tikus

mainan mobil perangkap tikus

Perihal jebakan tikus setahuku ada dua macam jebakan, pertama yang jebak dengan kurungan dan satu lagi jebakan dengan menjepitnya…tak peduli bagian tubuh mana yang terjepit…sudah pasti apapun hasilnya…kalo gak mati ya cacatlah bagi sang tikus. Sadis…kan yang kedua ini?

Untuk itulah jebakan tikus yang tak menghargai hak hidup hewan ini mulai didaur ulang menjadi mainan. Yang main bukan anak-anak tapi para mahasiswa jurusan Teknik Mesin UNY.  Mereka menyebutnya mouse trap car atau mobil penjebak tikus. Bukan mobil mainan yang berfungsi menjebak tikus atau jebakan tikus berbentuk mobil namun mobil mainan yang dibuat dari prinsip kerja jebakan tikus.

Gampang saja…jebakan tikus yang sadis dipasang dalam sebuah papan. Laiknya mobil mainan ditambahkan juga 3 sampai 4 roda dengan as di depan dan belakang. Nah untuk menggerakkan diambilah sebuah tali dan ditalikan di satu didi jebakan. Prinsip jebakan kan selalu kembali ke tempat awal karena ada per atau pegas. Karen aujung tali satunya diputarkan di as roda belakang dan sebatang bamboo/ penjalin diikatkan pada pegas jebakan menjadikan tali yang melilit pada as roda belangan berputar dan mendorong mobil…jlas nggak sih??

Hasilnya…mainan baru anak anak gede…dan cepat lambatnya mainan ini saat melaju di depan ditentukan dari perhitungan tali, roda, beban dan kesiimbangan keseluruhan mobil. Ini perlunya eksperimen ma mobil kreasi kamu…jangan sampai mouse trap car kamu jadi tolol dengan berjalan menyamping atau lelet dengan berjalan lambat. Pokoknya itung itungannya ndak beda dengan membuat mobil beneran. Selamat mencoba.

cafe P2KM di FTP UGM

cafe P2KM di FTP UGM

Mereka menyebutnya Steak’n Sandwich Clarias untuk steak dan roti isi daging ikan lele. Fizzi Nugtz untuk nugget ikan laut, dan SOYSIS, the soybean sausage untuk sosis tempe. Semuanya kerjaan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian UGM. Semuanya adalah menu ‘gila’ café P2KM, Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa.

Nama cafenya emang tak terlalu gaul namun punya konsep yang juga ‘gila’. Bukan Syammahfuz Chazali  kalau gak bisa bikin kampusnya gila. Syam melambung di berbagai pameran dan perlombaan karya inovasi dengan gerabah organiknya. Di bawah payung Faerumnesia, beberapa kawan yang juga meneliti produk inovasi dikumpulkan untuk mengisi cafe P2KM.

Bertempat di Fakultas Pertanian UGM , cafe ini berdiri. Masih berumur tiga bulan karena februari 2009 kemarin cafe inidi buka. Menu yang disajikan sangat menggugah selera dan rasa ingin tahu.

Pertama, Steak’n Sandwich Clarias atau roti isi daging lele. Menu yang satu ini punya cita rasa sempurna dengan tambahan daging lele yang menurut saya masih bisa ditebalkan. Gak kalah dengan burger, dan sandwich lain. Daging ikan lele ternyata baik untuk perkembangan anak dan daya tubuh anak karena mengandung zat leosin dan lisin.

Kedua, Fizzi Nugtz, ikan air laut yang diolah menjadi nugget, gurih dan kering, disajikan dengan saus buah asam manis. Lezat! terlebih dengan rasa daging ikannya yang sempurna. Fizzi Nugtz ini juga lolos dalam program kreatifitas mahasiswa –PKM 2009- yang diselenggarakan oleh Dikti.

Ketiga, Sosis tempe yang diolah dengan bahan baku tempe kedelai. Hanya 2500 rupiah untuk sekali penyajian. Produk ini juga lolos dalam dalam program kreatifitas mahasiswa –PKM 2009- yang diselenggarakan oleh Dikti.

membuat sandwich ikan lele

membuat sandwich ikan lele

Bagi saja juaranya kali ini, sandwich clarias. Setelah kenyang menyantap jangan lupa minum jus herbal. Ini jus sawi yang dicampur dengan nanas dan jeruk. Oya..masih banyak lagi menu yang akan hadir yaitu cake berbahan wortel, bronis berbahan bekatul dan mi susu dari tepung sukun…..oe…sapa mau traktir???

Oleh: pascalis | Mei 19, 2009

Garut, Umbi Ndeso Penderita Diabetes

produk-flakes1

Pernah lihat Garut?Tanaman umbi yang hidup liar di pekarangan di desa desa dan sering di jual di pasar tradisional. Garut bernama latin Marantha arundinacea L ini ternyata kaya akan serat, karbohidrat dan mineral besi. Masyarakat terbiasa memakannya hanya dengan merebus. Mmm….rasanya hambar berbeda dengan ketela yang kaya dengan gula. Justru karena rendah glukosa dan kalori inilah yang membuat kawan kawan TIM DIA-FLAKE menelitinya. Hasilnya kadar gliserin pada garut paling rendah dibanding umbi lain. Dengan begitu umbi ini cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Kandungan Gizi Garut

Protein (gr)                               0,70

Lemak (gr)                               0,20

Karbohidrat (gr)                       85,20

Kalsium (mg)                            8,00

Fosfor (mg)                              22,00

Zat besi (mg)                            1,50

Vit. B1 (mg)                             0,09

Air (gr)                         13,60

Sumber: Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, 1981

Indeks Glisemik Umbi-Umbian

Jenis Umbi                Indeks Glisemik

Garut                                      14

Gembili                                  90

Kimpul                                    95

Ganyong                               105

Ubi jalar                                179

Sumber: Marsono (2000)

Kehebatan Garut ini dilirik oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Mereka meneliti lebih serius untuk mengolah garut menjadi makanan yang menarik.

DSC03553-1

Jadilah Dia flake, makanan flake berbahan dasar garut. Sebagai makanan kesehatan tentu saja ndak pakai tambahan zat kimia. Bahan utamanya hanya garut, terigu dan maizena dengan perbandingan 2:1:1. Tambahan lain margarin, air, dan bubuk coklat. Soal rasa jangan ditanya, seperti flake yang lain Dia-Flake garut berasa renyah, gurih dan menyehatkan. Tertarik?

Tulisan Sebelumnya »

Kategori