Mobil listrik yang satu ini adalah ciptaan mahasiswa fakultas Teknik Universitas Yogyakarta. Mereka menamai mobil listrik ini Bogi Power Car. Hebatnya lagi mobil ramah lingkungan ini memiliki kecepatan 80 km/jam dan mampu menempuh jarak lebih dari 46 km dalam satu. Continue reading
Kaos Sepatu Lukis
Ingin kaos dan sepatu unik, bermotif lukis sesuai selera anda? Tak perlu ambil pusing kunjungi saja galeri kaos lukis dot com art fashion di jln monjali 127 A Yogyakarta. Continue reading
UN:United Ngayogyakarta
Tiba-tiba saja mobil berwarna kebiruan berlogo UN parkir di loby kantor. Kaget bukan kepalang awalnya. “Ada bule gegar otak kali ya…sampai nyasar di kantor ini ?”, pikir saya. Lebih kaget lagi yang membuka pintu mobil ternyata bukan bule atau noni cantik tapi mas-mas tambun berkulit gelap membawa sesuatu. Ugh..
Batik Lasem, Tiga Negeri
Seni olah kain batik tidak hanya menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa. Di Lasem Rembang Jawa Tengah, seni olah kain batik ternyata juga dikembangkan oleh kaum Tionghoa sejak lama. Mereka menyebutnya batik Lasem. Keistimewaannya pada motif dan warna merah darah khas Tionghoa. Continue reading
Eksotisme Batik Tulis Wayang Jogja Istimewa
(Jogya) Peliknya masalah keistimewaan Yogyakarta memberi inspirasi pada semua orang termasuk diantaranya Irawan Hadi, perancang motif batik dari batik new exotic. Irawan menggarap batik eksklusif berjudul Jogja Istimewa. Tak seperti batik lain, motif batik jogja istimewa berisi figur figur yang menggambarkan tugu, sultan , dan kawulo Ngayogyakarta dalam bentuk wayang. Continue reading
Tas Cantik Biji Asam

(Jogja) Adalah Dewi dan Triastuti mahasiswa MIPA UNY yang berhasil memanfaatkan biji asem jawa menjadi tas cantik. Tak hanya tas tangan, dalam penbgembangnnya mahasiswa yang tergabung dalam Fabace ini juga mengembangkan kantong handphone, tas laptop dan dompet kecil. Awalnya mereka mengajukan kreasi ini dalam program pekan ilmiah mahasiswa yang diselenggarakan Dikti Diknas. Hasilnya usulan pengembangan usaha ini disetujui bahkan mewakili UNY dalam pimnas 2010. Continue reading
Arjuna Sang Pemanah Menangkan Live Coding War
Rivaludin Salitsi dan M. Latif berhasil menyisihkan puluhan peserta dalam Live Coding War Jogja Game Expo di Ghra Sabha Pramana belum lama ini(30/4). Udin -panggilan akrab Rivaludin- membuat mini game berjudul Arjuna Sang Pemanah dengan bentuk dan aplikasi menarik untuk handphone nokia C 3.
Presentasi ini dilaksanakan dengan memaparkan konsep mini game dan memainkan aplikasi permainan dihadapan lima juri pakar TI.
Jogja game expo merupakan event ke 11 yang dibuat Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Jogja IT section.
“Ini bentuk kejenuhan program yang selama ini hanya berfokus pada seminar dan workshop,” jelas Ketua panitia Adian Sayogya. Continue reading
Biopestisida Ekstrak Daun Pepaya dan Sirih Merah
Ekstrak daun pepaya dan sirih merah berhasil diolah menjadi biopestisida oleh mahasiswa MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Biopestisida ini efektif mengendalikan ulat dan hama penghisap. Senyawa alkaloid dan tannon yang ada di dalam daun papaya (Carica papaya) dan sirih merah (Piper crocatum) mempunyai sifat larvasida dan Insektisida.
Sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan biologi FMIPA UNY itu Moriz Eka Panjalu, Nurul Suwartiningsih, Pramuria Isti Soekarno, Bagus Sri Widodo dan Aditya Darmadi. Mereka sengaja meneliti dan membuat pestisida alami (biopestisida) berbahan dasar herbal yang ramah lingkungan. Continue reading
Mahkota Dewa Basmi Virus Flu Burung
Ekstrak buah mahkota dewa ternyata menyimpan vaksin ‘sakti’ untuk menghambat pertumbuhan virus H5N1 Flu burung. Hebantnya Vaksin ini diteliti oleh Artina Prastiwi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM angkatan 2007. Continue reading
Olah Masker Relawan Merapi Jadi Busana
yogya (30/1) Membuat busana dengan kain mah Biasa! Namun di Yogyakarta, busana pesta berhasil dibuat justru dari masker bekas relawan merapi.
Adalah Lia Mustafa, perancang anggota APPMI Yogyakarta yang mencoba memainkan tangan dinginya dengan mengolah masker masker ini menjadi busana siap pakai. Lia sapaan akrab pemilik butik L’mar ini mendapat ide busana dengan bahan masker bekas setelah terlibat menjadi relawan. Banyaknya masker ditempat pengungsian membuat kepalanya berfikir keras untuk memanfaatkanya. Dasar perancang dan hanya itu keahliannya, Lia menjahit satu persatu masker itu menjadi busana. Continue reading


