
Nologaten, SLEMAN. Jengkel listrik kos kosan sering mati Wahyu Arief Budiman mahasiswa S2 teknik elektronika UGM merintis pembuatan power inverter. Hebatnya, power inverter ini dibuat dari barang elektronik bekas. Walhasil, penyuplai listrik mini yang diberi nama Box Energy Power atau Bogi Power ini berhasil menggondol dana Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan Dikti Depdiknas tahun 2009 ini.
Mengajak ketiga temannya dari Universitas Negeri Yogayakarta yaitu Dwi Hermayantiningsih, Brilian Prasetyo, dan Junet Kistanto, dana sebesar enam juta rupiah ini segera direalisasikan.
Prinsip kerja
Bogi power bekerja laiknya genset mini. Bogi power bekerja sebagai transformator yaitu mengubah tegangan baatrei menjadi tegangan 220 V. sebagai genset mini, bogi power juga menggunakan Baterei sebagai media penyimpan listrik. Baterei yang digunakan bervariasi ada baterei basah maupun kering. Konsisten memanfaatkan sampak elektronik, Arief menggunakan casing bekas komputer sebagai tempat merangkai bogi power. Dari penampilannya, bogi power terlihat simple dan menarik. Beratnya pun relarif ringan dan mudah dibawa kemanapun.
Kekuatan Bogi Power
Bogi power yang diciptakan Arief dan teman temannya berkapasitas sekitar 5 jam pemakaian dengan alat sebesar 100 w. nah diperlukan waktu sekitar 10 jam untuk mengisi kembali. Bogi power menjadi solusi terbaru bagi rumah tangga yang sering bermasalah dengan listrik bahkan tim ini juga membaca pengembangan pasar dengan pemakaian untuk pedagang kaki lima dan penjual angkringan. Bogi power, sumber energi tanpa bahan baker, bebas polusi, tidak berisik, bebas perawatan dan ramah lingkungan.[pasc]





























